Jakarta (KABARIN) - Air sering dianggap solusi untuk hampir semua masalah, tapi ternyata terlalu banyak minum juga bisa berisiko untuk ginjal.
Menurut Hindustan Times, Dr. Udit Gupta, konsultan nefrologi di ISIC Multispeciality Hospital, menjelaskan saran “minum lebih banyak air” ternyata lebih kompleks dan perlu diperhatikan secara detail.
Yang penting adalah memahami seberapa banyak cairan yang benar-benar dibutuhkan. Kalau berlebihan, bisa mengalami overhidrasi yang nggak baik bagi kesehatan.
Kebutuhan cairan nggak sama untuk semua orang. Faktor seperti berat badan, iklim, aktivitas harian, dan kondisi kesehatan menentukan seberapa banyak air yang dibutuhkan.
Dr. Gupta bilang anak yang olahraga di luar saat musim panas pasti butuh lebih banyak cairan dibanding orang dewasa yang kerja santai di kantor dengan AC.
Begitu juga, orang yang makan banyak buah dan sayur kaya air mungkin nggak perlu minum terlalu banyak air secara langsung.
“Untuk kesehatan ginjal, yang terpenting adalah hidrasi yang konsisten sehingga mendukung produksi urine normal, biasanya sekitar 1,5 hingga 2 liter per hari pada orang dewasa, disesuaikan untuk anak-anak berdasarkan ukuran dan usia,” kata dia.
Artinya, daripada fokus menghitung gelas yang diminum, lebih baik pastikan tubuh menghasilkan urine dalam jumlah normal untuk bantu ginjal menyaring racun.
Dr. Gupta mengingatkan minum terlalu banyak juga nggak selalu bermanfaat. Overhidrasi bisa mengencerkan kadar natrium dalam darah atau hiponatremia yang berbahaya dan membebani ginjal.
“Bagi kebanyakan orang sehat, minum melebihi rasa haus tidak akan ‘meningkatkan’ fungsi ginjal secara luar biasa. Ginjal bekerja secara efisien dalam rentang asupan cairan yang cukup luas,” ujar dia.
Warna urine bisa jadi indikator hidrasi, tapi urine nggak harus selalu bening. Urine bening banget bisa berarti overhidrasi, sementara kuning pucat menandakan hidrasi cukup. Kalau kuning gelap atau keemasan tua, itu tanda dehidrasi dan perlu minum lebih banyak.
Rasa haus biasanya muncul ketika tubuh sudah dehidrasi ringan, tapi anak kecil dan lansia kadang nggak bisa merasakannya dengan jelas.
Atlet, orang yang sedang demam, muntah, diare, atau tinggal di iklim panas harus menjaga hidrasi lebih aktif dan nggak cuma mengandalkan rasa haus.
Sebagian besar orang dewasa butuh sekitar 2–3 liter cairan per hari, termasuk dari makanan dan minuman. Kebutuhan anak-anak tergantung usia dan ukuran tubuh. Orang dengan kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal atau jantung, harus mengikuti saran dokter karena kadang dianjurkan membatasi cairan.
“Ginjal Anda dirancang untuk bekerja secara efisien; yang mereka butuhkan hanyalah cukup cairan, bukan berlebihan,” tutur Dr. Gupta.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026